Saat ini, PT Pos Indonesia sudah meluncurkan berbagai fitur pelayananan seperti Contact Center Oranger, Magen pos, Agen pos B2B Kurir, Agenpos B2B Jaskug, dan Layanan Kargo Ritel Udara di agen pos. Menurut Gilarsi, itu untuk memberikan user experience (pengalaman pengguna) yang lebih baik.
”Jadi seperti, kalau kita mau komplain masa harus menelepon atau datang ke Kantor Pos, itu akan menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Kita akan mengubah infrastukturnya, apakah dengan menggunakan live chat atau live person.
Selain itu juga untuk Revolusi Industri 4.0, PT Possedang melakukan uji coba dengan robot untuk chatting, tapi belum memiliki suara.”Kita sebentar lagi bereksperimen berbasis suara sampai kepada orang. Tapi memang kita butuh kecepatan untuk merealisasikan ini, hanya saja kecepatan kita bisa mengeksekusi sangat lambat,” kata Gilarsi.
Di tengah menjamurnya perusahaan logistik, PT Pos tertarik membuat layanan Kargo Pos. Bagi Gilarsi, itu ada di anak perusahaan Poslog. Kebutuhan kargo itu menjadi kebutuhan semuanya, seperti pengiriman kargo dari luar negeri. Misalnya, kalau mereka yang pergi umrah dan haji ingin membawa barangnya ke Indonesia, bisa menitipkan barangnya melalui Poslog, dan mereka bisa mendapatkan barang langsung di depan rumahnya.
(Fahmi Firdaus )