Rencananya dana hasil IPO sebesar Rp100 miliar akan digunakan perseroan untuk pembelian lahan potensial di Jawa Barat. Sisanya dialokasikan untuk modal kerja, khususnya untuk operasional perseroan da atau entitas anak, yaitu PT Padjadjaran Raya, dalam bentuk penyertaan modal.
"Dalam pelaksanaan IPO ini tentu melibatkan berbagai pihak, maka kami mengucapkan terimakasih ke BEI yang telah membantu hingga bisa DMS Propertindo tercatat sebagai perusahaan publik," katanya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (9/7/2019).
Bersamaan dengan IPO, DMS Propertindo juga menerbitkan sebanyak 2.871.750.000 waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham hasil konversi Obligasi Wajib Konversi dan pemegang saham baru sebagai insentif.
Rasionya 3:1, itu berarti setiap pemegang tiga saham baru berhak memperoleh satu waran, dimana setiap satu waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru.
(Fakhri Rezy)