Menurut dia, barang impor memiliki dua permasalahan yakni dari segi perdagangan dan dari segi manufaktur. Dalam hal manufaktur, pemerintah dapat berkoordinasi dengan pengusaha soal barang impor.
"Barang yang diimpor yang tidak bisa dipenuhi oleh kita sendiri akan ada dampaknya, akan jadi embargo diri sendiri," ujar Untung.
Dia juga menyarankan agar pemerintah nantinya tidak secara langsung menerapkan kebijakan tersebut. "Dibikin transisi, dibiarkan dulu, datanya disebar ke pengusaha manufaktur, sampai perlahan-lahan impor diketatkan," tambah dia.
Sebelumnya, pemerintah sedang menyiapkan regulasi untuk membendung masuknya impor barang konsumsi melalui sektor e-commerce. Kebijakan tersebut sedang dirumuskan pemerintah karena impor barang konsumsi melalui sektor e-commerce dinilai sedang tumbuh pesat.
Pemerintah sedang berupaya untuk menekan pelebaran defisit neraca perdagangan yang sejak awal 2019 telah mencapai USD1,93 miliar.
(Dani Jumadil Akhir)