JAKARTA – Masih ingat serial anak-anak Teletubbiesyang sangat booming? Ternyata rumah Teletubbies ada di kehidupan nyata berupa rumah organik.
Baca Juga: Uniknya Mansion "Teletubbies" Milik Mario Balotelli
Rumah organik itu terletak lebih dari 1.873 kaki bukit di barat laut kota Meksiko. Penciptanya adalah arsitek terkenal asal Meksiko Javier Senosiain.
Javier memutuskan untuk membangunnya di bawah tanah, sehingga tersamarkan. Seolah bukit pasir hijau tetapi sebenarnya itu adalah tempat tinggal dengan dua fungsi yaitu diural dan nontural.
Baca Juga: Jelajah Kampung Teletubbies, Wisata Instagramable di Rumah Unik Anti Mainstream
Awalnya Javier ingin membuat rumah yang mirip dengan tempat perlindungan hewan, atau manusia purba.
Dalam membangun rumah organik tersebut, Javier mengambil inspirasi dari bentuk kulit kacang, mengatur rumah sebagai dua ruang bulat telur yang disatukan oleh lorong melengkung.
"Konsep asli didefinisikan dalam dua ruang besar, satu hari dan satu malam, mencari perasaan bahwa di dalam orang tersebut akan memasuki tanah, yang menyadari keunikan ruang ini tanpa kehilangan integrasi dengan area hijau eksterior,” kata Senosiain, seperti dilansir designboom.com, Rabu (20/8/2019).
Gundukan hijau yang ada di luar tersebut merupakan sebuah interior yang hampir tidak terlihat. Dari luar kita hanya melihat rumput, semak, pohon, dan bunga. Padahal, saat kita berjalan di taman tanpa kita sadari kita sedang berjalan di atap rumah.
Meskipun rumah tersebut dibangun di bawah tanah, interiornya pun dipenuhi dengan cahaya alami. Sementara itu, ventilasi ini difasilitasi dalam bentuk aerodinamis hunian yang memungkinkan sirkulasi udara bebas.
Untuk mencapai bentuk berliku yang membentuk rumah organik, senosiain menggunakan ferrocement, bahan komposit yang terdiri dari mortar yang diperkuat dengan serat baja ringan.
Daya tarik utama dari ferrocement adalah bahwa bangunan dapat menjadi sangat menarik. Dipuji karena kekuatan dan kelenturannya, dapat digunakan dalam struktur majemuk seperti kubah, atap, dan lambung kapal.
(Dani Jumadil Akhir)