JAKARTA - Usai menyerahkan 2.706 sertifikat hak atas tanah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pelabuhan Peti Kemas, Tenau, di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemarin. Presiden memasuki kapal pengangkut ternak KM Camara Nusantara 3.
Baca Juga: Arus Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Perak Naik 218%
“Ya ini, yang pertama kita mau cek dulu pelabuhan dan kita melihat kapasitasnya masih sedikit longgarlah. Dari berapa tadi? 110 ribu teus per tahun, kapasitas masih 240 ribu teus per tahun. Artinya, kurang lebih masih ada waktu longgar 7 tahun untuk, apa, pelabuhan yang ada di Kupang ini,” kata Presiden Jokowi, dilansir dari Setkab, Kamis (22/8/2019).
Presiden bersyukur, dari 6 kapal ternak yang berjalan, 5 itu dari NTT dan per tahun bisa kirim ke Jawa terutama ke Jakarta dan sekitarnya kurang lebih 70 ribu sapi.
“Tapi memang itu dikuota oleh Pak Gubernur, sedang, udah cukup, enggak boleh lebih, bagus saya kira,” ujarnya.
Baca Juga: Siap-Siap, Pelabuhan Tanah Ampo Bakal Jadi Tempat Sandar Kapal Yacht dan Cruise
Menurut Presiden, kapal ini dulu disubsidi. Dulunya disubsidi Rp700 ribu sekarang Rp200 ribu. Ini sesuai yang dikehendak pemerintah karena awal-awal pasti kosong. Kemudian lama-lama kurang, kurang, kurang sekarang penuh terus.
“Kapal ternak ini penuh, tapi kapal itu (sambil menunjukkan kapal barang) memang masih belum penuh. Sehingga ke depan, bisa diisi nanti kalau garam itu tahun depan sudah mulai produsi. Isi ke Jawanya garam, isi nanti mungkin sapinya dipotong di sini sehingga nanti kirimnya daging beku. Ini ke depan kira-kira seperti itu ya,” terang Presiden.
Presiden berharap, ke depan Pelabuhan Tenau ini akan bisa dikembangkan ke internasional. Mungkin untuk hub di sebelah timur, kalau kajiannya selesai akan berbeda.
Mendampingi Presiden Jokowi dalam peninjauan itu antara lain Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur NTT Victor Laiskodat.
(Feby Novalius)