Produksi Minyak di Lapangan Sukowati Tembus 10.000 Barel

Delia Citra, Jurnalis
Sabtu 24 Agustus 2019 21:25 WIB
Pengeboran Minyak Pertamina. (Foto: Okezone.com/Pertamina)
Share :

JAKARTA- Produksi minyak bumi di Lapangan Sukowati menorehkan hasil positif. Tercatat, produksi minyak bumi di lapangan terminasi tersebut mencapai 10.000 Barrel Oil Per Day (BOPD) semenjak dikelola oleh Pertamina EP Aset 4.

Keberhasilan ini tak lepas dari rumusan baru yang diterapkan atas rekomendasi Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Baca Juga: Menteri Rini Minta Pertamina Percepat Penanganan Tumpahan Minyak di Karawang

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung mengungkapkan berdasarkan laporan SKK Migas bahwa Lapangan Sukowati telah menerapkan konsep dan strategi baru untuk mengembalikan sumur-sumur yang statusnya stop produksi.

"SKK Migas menerapkan konsep well service melalui sumur-sumur yang statusnya shut-in dengan biaya yang lebih murah dan waktu yang lebih cepat," kata Agung, dalam keterangan Kementerian ESDM, di Jakarta, Sabtu (24/8/2019).

Agung menjelaskan, biaya murah yang dihitung SKK Migas sekitar seperlima dari biaya pemboran sumur baru atau sekitar USD500-900 ribu.

Selain itu, waktu yang dibutuhkan lebih kurang selama 30 hari dan mampu menghasikan produksi 5 kali dibandingkan program pemboran sumur baru.

"Konsep yang dipakai begitu efisien. Hal seperti ini yang terus didorong oleh Kementerian ESDM di sektor ini," tegas Agung.

Baca Juga: Fakta di Balik Tumpahan Minyak Pertamina hingga Kebakaran Kilang

Sementara itu, Vice President Perencanaan SKK Migas Dadang Rukmana membeberkan peningkatan produksi minyak bumi Lapangan Sukowati terjadi hanya dalam kurun waktu 3 bulan sejak dialih kelola oleh PT Pertamina Aset 4 pada 20 Mei 2018.

Dalam periode tersebut, produksi minyak bisa melonjak dari hanya 6 ribu BOPD menjadi 9.000 BOPD dan sekarang menjadi 10.000 BOPD.

"Keberhasilan ini perlu di apresiasi mengingat dalam kurun waktu 9 tahun terakhir, Lapangan Sukowati terus mengalami penurunan dari puncak produksinya yang pernah mencapai 40.000 BOPD," syukur Dadang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya