IKN, Kaltim Disulap Jadi Kota Baru Mandiri Pangan

Amir Sarifudin , Jurnalis
Sabtu 31 Agustus 2019 14:24 WIB
Foto: Okezone
Share :

Manfaatkan Teknologi Pertanian

Menurutnya, pertanian di Kaltim akan menggunakan tekhnologi sehingga panen akan lebih cepat, misalnya hanya sekitar 5 jam. Tidak seperti sebelum menggunakan tekhnologi yang bisa sampai tiga bulan dan menekan biaya hingga 50 persen.

“Dulu tanam 20 hari, olah 20 hari , panen 20 hari itu dua bulan sampai tiga bulan waktu hanya bekerja di sawah. Ini ini untuk satu hektar itu hanya membutuhkan waktu 5 jam atau satu hari,” ujarnya.

Disamping itu penggunaan teknologi pertanian akan menekan biaya cukup besar disamping memberikan kemudahan.

“Kenapa ini bisa menekan biaya, dengan menggunakan semua tekhnologi, menggunakan digitalisasi. Kita bisa menekan biaya dengan pertanian modern, menekan biaya sampai 50%,”ucapnya.

Ditanya media mengenai kondisi lahan Kaltim yang memiliki tingkat keasaman tinggi, Amran menilai hal itu bukan persoalan pihaknya sudah melakukan ujicoba menanam di lahan yang tingkat keasamannya tinggi seperti di Kalimantan Selatan.

“Kami punya pengalaman, dulu rawa yang kondisi keasaman tinggi, PH nya hanya 23, nah kita melakukan ujicoba 3 tahun yang lalu 1000 hektar di Kalimantan Selatan. Kemudian 4000 hektar di Sumatera Selatan, sekarang ini 500 ribu hektar,” ungkapnya.

Caranya adalah dengan membuat bibit yang bisa menyesuaikan lahan rawa, bukan rawanya yang menyesuaikan bibit. “Sehingga kita temukan bibit baru (padi) ini yang cocok produksinya minimal 6 ton, bahkan ada 7-8 ton per hektar,”ujarnya.

Program Kaltim Mandiri Pangan Mulai Jalan Tahun ini

Menteri Pertanian Amarn juga memastikan program pangan mandiri ini akan mulai berjalan tahun ini. Tim akan diterjunkan untuk memberikan pelatihan kepada petani maupun masyarakat Kaltim termasuk memetakan potensi yang ada. Targetnya hingga 4 bulan kedepan petani maupun masyarakat sudah bisa memahami.

“Kita sekarang melakukan pelatihan, kita melatih masyarakat setempat, karena kan gak sulit, cuma menjalankan traktor gak sulit, palingan latihan satu minggu sudah bisa. Kalau bisa ini bulan kita mulai sampai 4 bulan kedepan,” ungkapnya.

Nantinya Kaltim juga akan membangun pusat pembibitan sendiri dan tidak mengandalkan pembibitan dari luar daerah sperti Semarang, Malang, atau Sulawesi Selatan dan Surabaya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya