Bentuk Korporasi Koperasi Distribusi Hasil Produksi
Dalam kegiatan ini, pihaknya akan melibatkan seluruh kelompok tani dan koperasi. Nantinya pemerintah akan membentuk perusahaan besar atau korporasi melalui koperasi –koperasi petani yang ada.
Korporasi ini untuk menyalurkan dan menampung hasil pertanian dari kota mandiri pangan. Harapannya lebih efiesien dan melindungi para petani.
“Distribusinya nanti, ini gagasan besar bapak Presiden Koperasi di koorporasikan sehingga semua masyarakat terlibat. Nanti ada koperasi di korporasikan jadi ini betul-betul efektif efesien.Koperasi kecil-kecil, Jadi ini gabungan kelompok tani menjadi gapoktan, gabungan korporasi ini menjadi besar. Jadi gabungan koperasi ini menjadi korporasi, sehingga sangat kuat untuk melindungi petani,”jelasnya.
Amran menambahkan, jika kebutuhan Ibu Kota Negara maupun Kaltim sudah terpenuhi, maka pangan dari Sulawesi maupun Pulau Jawa yang selama ini memasok ke Kaltim bisa dialihkan atau di ekspor ke luar negeri.
“Kita nanti modelnya, katakanlah Sulawesi Selatan itu bisa langsung bisa mengekspor ke negara lain , Jawa Timur bisa mengekspor negara lain,”tukasnya dalam diskusi yang digelar pemprov Kaltim dan KAHMI.
Sementara itu Gubenur Kaltim Isran Noor menyatakan pihaknya siap mendukung itu karena itu pihaknya akan melakukan evaluasi tata ruang. “Jadi semua kawasan-kawasan itu yang bisa dievaluasi mana yang untuk kebutuhan komoditi tertentu misalnya untuk tanaman sirelia, untuk ternak, untuk tanaman bawang. Di kabupaten Tapin (Kalsel) itu sudah ekspor bawang itu. Kita kan sama saja iklimnya (Tapin) kita bisa pakai disini,” tambahnya.
(Rani Hardjanti)