Adapun BI mencatatkan pertumbuhan kredit melambat dari 9,58% (yoy) pada Juli 2019 menjadi 8,59% (yoy) pada Agustus 2019, utamanya dipengaruhi masih terbatasnya permintaan kredit korporasi.
Menurut Perry, melambatnya penyaluran kredit juga didorong banyaknya perusahaan yang kini mulai mencari pendanaan melalui pasar modal. Hal itu tercermin dari penerbitan obligasi earning back asset (EBA) maupun sukuk tumbuh 28,1% pada September 2019. Begitu pula dengan penerbitan medium term note yang tumbuh 17,3%.
"Tentu saja ini menunjukkan bahwa korporasi-korporasi mulai mencari pembiayaan dari pasar modal," kata dia.
(Feby Novalius)