JAKARTA – Harga emas berjangka menguat karena data ekonomi Amerika Serikat yang lemah. Hal ini mengindikasikan ekspektasi untuk penurunan suku bunga oleh Federal Reserve meningkat.
Melansir Reuters, Jumat (25/10/2019), harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi USD1,501.97 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 11 Oktober di USD1.50,89 pada awal sesi.
Emas berjangka AS menetap 0,6% lebih tinggi pada USD1,504,70 per ounce.
Baca juga: Harga Emas Antam 'Membeku' di Rp758.000/Gram
Bank-bank sentral secara global menghadapi tekanan yang meningkat untuk melonggarkan kebijakan moneter karena ekonomi yang lesu akibat sengketa perdagangan AS-China. The Fed telah memangkas suku bunga dua kali tahun ini dan investor saat ini melihat pengurangan lain dalam biaya pinjaman ketika para pembuat kebijakan bertemu minggu depan.