JAKARTA - Pemerintah memastikan pembebasan lahan untuk depo LRT Jabodebek di Bekasi hampir rampung, yakni progresnya mendekati 100%. Dengan demikian, pembangunan LRT Jabodebek tidak terkendala dan diharapkan bisa beroperasi di 2021.
"(Pembahasan lahan) sekarang sudah oke, hampir 100%. Tinggal beberapa bidang lagi yang akan di konsinyasi," ujar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil saat ditemui di Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Selasa (29/10/2019).
Baca Juga: LRT Jabodebek Diperpanjang hingga Bogor, Investasinya Lebih Hemat 50%
Dia menyebut, saat ini lahan yang telah dibebaskan untuk depo di Bekasi sudah ada sekitar 15 hektare. Selebihnya masih diserahkan ke pengadilan untuk penyelesaiannya melalui konsinyasi.
"Jadi artinya beberapa pekerjaan enggak terganggu lagi," kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto menyatakan, progres seluruh pembangunan konstruksi LRT Jabodebek sudah mencapai 68%. Adapun untuk progres untuk rute Cawang-Cibubur telah mencapai 87%.
"Sedangkan untuk rute Cawang-Dukuh Atas itu sudah sekitar 56%," tambah Budi.
Di sisi lain, rangkaian kereta LRT Jabodebek sedang dilakukan uji dinamis selama satu bulan sejak 18 Oktober 2019. Uji dinamis ini terdiri dari beberapa item tes yang meliputi traction system test, low speed test, high speed test, traction performance test, dan Passenger Information Display (PID) system test.
"Kalau perihal uji publik tu nanti, kan menyangkut keselamatan. Akhir tahun depan mungkin bisa dilakukan," kata dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)