JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menanyakan tindak lanjut proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap. Hal ini dia lakukan dengan mengutus Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati ke Arab Saudi untuk bertemu dengan perwakilan perusahaan Saudi Aramco.
Menurut Erick, antara Pertamina dan Saudi Aramco tak kunjung mencapai kesepakatan untuk kerjasama. Hal ini jelas berdampak pada persoalan kilang Cilacap tak kunjung selesai. Namun, dirinya meminta agar negosiasi dipercepat namun juga tidak melupakan aspek good coorporate governance (GCG) di dalamnya.
Mengenai opsi untuk menggandeng investor baru dalam proyek kilang Cilacap ini yang sempat dituturkan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Erick memilih untuk tidak berkomentar banyak.
Sementara itu, dalam berbagai kesempatan Erick Thohir menjelaskan ada tiga program prioritas yang akan segera diselesaikannya terlebih dahulu. Di antaranya adalah menyelesaikan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, pembangunan kilang Cilacap antara Pertamina dan Saudi Aramco, serta penyehatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).