JAKARTA - Menjelang Natal sampai Tahun Baru, pasti beredar lagu yang mendukung suasana di akhir Desember ini. Salah satunya adalah lagu Mariah Carey yang berjudul "All I Want for Christmas Is You". Entah kamu mendengarnya di mal hingga radio.
Sejak debutnya pada tahun 1994, lagu-lagu Mariah Carey telah menjadi lagu pop Natal yang populer. Penyanyi pop Amerika Serikat (AS) tersebut meraup banyak uang dari keberhasilannya itu.
Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Tiket Kereta Api Tersisa 406.673 Kursi
Lagu ini menjadi lagu hit selama liburan Natal di Spotify sepanjang masa, dengan diputar lebih dari 602 juta kali. "All I Want For Christmas Is You" juga memiliki lebih dari 605 juta tampilan di YouTube sejak diunggah ke platform pada 2009.
https://img-z.okeinfo.net/okz/500/library/images/2019/12/09/otto5a3pnc5jtm42oxec_21857.jpg
Meskipun lagu ini telah ada selama 25 tahun, lagu "All I Want For Christmas Is You" mencapai peringkat pertama di daftar Billboard Hot 100 untuk pertama kalinya pada tahun ini.
Baca juga: Penjualan Pernak-Pernik Natal Tahun Ini Lebih Heboh
Lagu Mariah Carey ini telah menghasilkan royalti lebih dari USD2 juta sejak lagu itu pertama kali ditambahkan ke Spotify, menurut sebuah studi oleh Broadband Deals. Jumlah itu diperkirakan akan terus menaik dengan cepat. Demikian dikutip dari CNN, Rabu (18/12/2019).
Lagu ini diperkirakan akan menghasilkan sekira USD600 ribu pada periode November hingga akhir Desember ini. Ketika ditanya mengenai royalti lagu, Spotify tak menjawabnya.
Mariah Carey sendiri telah mendapatkan royalti lebih dari USD60 juta setara Rp841,7 miliar (kurs Rp14.028 per USD) dari lagu tersebut, menurut The Economist pada 2016.
Baca juga: 10 Pohon Natal Terunik di Dunia, Ternyata Memang Berbeda dari Lainnya
Lagu-lagu Natal yang dinyanyikan oleh Carey tetap berjaya selama bertahun-tahun. Amazon membuat mini-dokumenter tentang lagu tersebut, yang disebut "Mariah Carey is Christmas!" Film dokumenter ini akan menggali bagaimana lagu Natal Carey menjadi hits, dan diharapkan akan tayang perdana di Amazon akhir bulan ini.
(Rani Hardjanti)