JAKARTA - PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO), perusahaan pengelola platform Pigijo menargetkan bisa meraup laba di tahun 2026 usai mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Seperti startup pada umumnya, Pigijo masih membukukan rugi.
Mengutip prospektus PGJO, hingga akhir Juni 2019 perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp1,75 miliar.
CEO Tourindo Guide Indonesia Claudia Ingkiriwang menyatakan, usai initial public offering (IPO) perusahaan bakal fokus pada pemasaran (marketing) guna meningkatkan transaksi di platform tersebut. Tahun sebelumnya perseroan sudah fokus dalam membangun platform dan menggaet mitra.
Baca juga: Perdana di BEI, Saham Ginting Jaya Energi Naik 22,2%
"Kami berharap sudah bisa mencatatkan laba di tahun ke-6 (setelah IPO). Jadi kami sudah membuat proyeksi bisnis yang cukup hati-hati namun berkelanjutan," ujarnya ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/1/2020).
Saat ini jangkauan dan jaringan wisata Pigijo mencakup 34 provinsi. Meliputi 66 asisten pariwisata, 1.276 rental mobil, 407 guest house, 3.123 kegiatan lokal, dan 4.820 destinasi.
Claudia pun menargetkan pada tahun 2020 Pigijo bisa meraih 180.000 transaksi dari para pelanggannya. Seiring dengan target 10%-20% wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia bisa menggunakan aplikasi Pigijo.