Belajar dari Kasus Memiles, Pahami Ciri-Ciri Investasi Bodong

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Sabtu 11 Januari 2020 20:15 WIB
Penipuan investasi (Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing menyatakan, masyarakat harus peka terhadap tawaran-tawaran investasi yang bersifat ilegal alias bodong. Menurutnya ada sejumlah ciri yang dapat memastikan bahwa investasi tersebut bodong.

Pertama, investasi bodong tak terdaftar atau tak memiliki izin dari otoritas terkait sesuai dengan kegiatan usahanya. Sekalipun memiliki izin, tetapi kegiatannya tak sesuai dengan izin yang diterbitkan.

 Baca juga: Berkedok Jasa Iklan, Satgas Investasi: Memiles Hanya Klik-Klik Semu

Kemudian, investasi bodong juga selalu memberikan iming-iming keuntungan atau imbal hasil sangat tinggi dalam waktu cepat dan tanpa risiko.

 

"Di sinilah kuncinya, karena masyarakat itu mudah tergiur dengan iming-iming yang besar ini," kata Tongam kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

 Baca juga: Berkedok Aplikasi Jasa Iklan, Memiles Tak Dapat Uang dari Google

Kemudian pada umumnya investasi bodong tidak memiliki kegiatan usaha yang nyata. Seperti Memiles, perusahaan memiliki surat izin usaha perdagangan (SIUP), namun produk yang diperjualbelikan pun tidak ada. Hanya sekedar pasang dan klik iklan.

Investasi bodong juga memiliki modus dengan menggunakan tokoh-tokoh agama, masyarakat, bahkan selebriti untuk membuat seakan-akan investasi itu di endorse oleh para tokoh-tokoh tersebut.

 Baca juga: Modus Investasi Bodong Memiles, Modal Rp7 Juta Bisa Dapat Pajero

Selain itu, umumnya suka membuat acara yang besar di hotel-hotel mewah dan mengundang para tokoh tersebut, agar terkesan megah. Ujung-ujungnya untuk membuat kegiatan investasi terkesan memang benar.

"Padahal belum tentu para tokoh itu di endorse, mungkin hanya diundang untuk ceramah di acara atau sekedar mengisi hiburan (dalam acara yang diselenggarakan perusahaan tersebut), yang mungkin juga kegiatannya enggak diketahui para tokoh itu," jelasnya.

Modus yang juga digunakan investasi bodong adalah membuat testimoni dari para anggota yang sudah mendapatkan keuntungan. Umumnya memang pada awal terdapat beberapa anggota yang mendapatkan keuntungan, tapi tidak untuk seluruh anggota.

Seperti pada Memiles, dari ratusan ribu member yang tergabung hanya beberapa saja yang mendapatkan bonus dari kegiatan tersebut. Pada akhirnya hal ini membuat kerugian bagian sebagian besar anggota.

Tongam pun berharap, dengan mengetahui ciri-ciri dari investasi bodong, masyarakat bisa semakin waspada pada tawaran yang tidak rasional. Menurutnya, peran masyarakat sangat penting untuk menghentikan investasi bodong berkembang.

"Peran serta masyarakat untuk berantas ini sangat diharapkan, yakni dengan tidak pernah akses ke investasi-investasi ilegal itu," tutupnya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya