Selain itu, MPRO juga mempertimbangkan adanya informasi yang beredar di publik mengenai permasalahan keuangan yang sedang dihadapi oleh Hanson terkait dengan kasus Jiwasraya. Emiten khawatir, hal ini dapat mempengaruhi kinerja MMJ dan HPI berikut anak perusahaannya.
“Karena hal-hal tersebut di atas, emiten memutuskan untuk membatalkan Rencana Transaksi tersebut, dan emiten akan lebih fokus kepada pengembangan proyek-proyek properti yang telah dimiliki oleh emiten,” isi surat yang ditandatangani oleh Direktur Utama MPRO Raymond dan Direktur dan Corporate Secretary Suwandy.
Maha Properti Indonesia merupakan perusahaan milik Tahir. Di perseroan ini, Tahir mengantongi sebanyak 16,99% sahamnya. Sementara putranya, Jonathan Tahir menguasai 33,99% saham MPRO.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)