JAKARTA - Harga emas dalam tiga pekan terakhir ini telah naik ke level tertinggi. Terhitung pada Selasa (28/1/2020), harga emas PT Antam telah menyentuh angka Rp774.000 per gram.
Baca Juga: Virus Korona Bisa Bikin Harga Emas Tembus USD2.000/Ounce?
Jika melirik investasi emas dewasa ini menjadi salah satu pilihan investasi yang kian dilirik oleh masyarakat. Nilai yang cenderung stabil menjadi salah satu alasan orang-orang melakukan investasi.
"Kalau harga emas naik ke level tertinggi dalam hampir tiga pekan pada penutupan perdangan Senin (atau Selasa pagi waktu Jakarta). Terhitung pada Selasa (28/1), harga emas @official.antam menyentuh angka Rp 774.000 / gram," tulis akun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengutip dari keterangan akun instagram resmi @kesdm, Selasa (28/1/2020).
Baca Juga: Tutup Taman Hiburan Imbas Virus Korona, Saham Disney Alami Tekanan
Apabila menilik grafik 10 tahun terakhir, angka ini tentu menjadikannya pertumbuhannya yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Logam mulia yang kebanyakan dijadikan perhiasan dan pilihan investasi ini, mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Melihat pada grafik yang ada, 10 tahun yang lalu, emas berkisar pada harga Rp360.000-an.
Dalam produksi emas primer yang dilakukan pada 2019 lalu telah menghasilkan sebanyak 108,2 ton emas.
Melihat tren pasar yang terus fluktuatif, apakah yang mempengaruhi harga emas? Ada banyak faktor yang mempengaruhi naiknya harga emas ini.
Beberapa di antaranya adalah nilai tukar Dolar AS, suku bunga, permintaan dan penawaran, ketidakpastian global, jumlah cadangan emas di bank-bank sentral, serta permintaan dari industri perhiasan seperti India, China, Amerika Serikat.
Menilik pada fakta-fakta di atas, bisa dikatakan Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dari sektor mineral yaitu emas. Sebagai contoh, tambang Graseberg yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia, memiliki cadangan emas sebesar 106,2 juta ons. Itu belum termasuk tambang lain yang ada di Indonesia.
(Dani Jumadil Akhir)