Perpanjangan Runway Bandara Karimun Ditargetkan Selesai 2021

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Minggu 02 Februari 2020 08:22 WIB
Ilustrasi Bandara (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, landasan pacu atau runway Bandar Udara Raja Haji Abdullah Karimun diperpanjang hingga 2000 meter agar pesawat Boeing 737 dapat mendarat. Ditargetkan akhir 2021 sudah selesai dan Menhub akan melaporkannya ke Presiden untuk meresmikannya.

Bandara Raja Haji Abdullah Karimun saat ini mempunyai panjang runway 1400 x 30 meter, apron 75,2 Mx 60 M dan taxiway 70 Mx15 M. Sementara, untuk Untuk pertumbuhan penumpang setiap tahunnya naik rata-rata 15-20 persen dalam lima tahun kebelakang.

Baca juga: Jokowi: Kecepatan Pembangunan Yogyakarta International Airport Patut Diapresiasikan

Pengembangan fasilitas di sisi udara yang akan dilakukan meliputi: Pembuatan Turning Area dan Marking, lanjutan pembuatan drainase sisi udara. Pengembangan fasilitas sisi darat meliputi: Perluasan dan penataan lanscape parkir terminal dan penambahan fasilitas penunjang pelayanan bandara udara juga perpanjangan runway hingga 2000 meter.

Untuk itu, Menhub Budi meminta bantuan Pemerintah Daerah untuk membantu menyelesaikan pembebasan lahan baik untuk pengembangan Bandara maupun Pelabuhan. Menhub menyatakan pengembangan Bandara dan Pelabuhan ini nantinya diharapkan bisa meningkatkan perekonomian di Tanjung Balai Karimun dan sekitarnya, mengingat, Tanjung Balai Karimun merupakan salah satu Kawasan Bebas Perdagangan.

Baca juga: Penerbangan dari Bandara Adisutjipto Mulai Dipindah ke Bandara Internasional Yogyakarta Akhir Maret

“Karimun ini mempunyai satu potensi yang besar dari industri juga pariwisata dengan penduduk 200 ribu, saya pikir dalam waktu dekat bisa menjadi 400 ribu apabila Malarko ini jadi Pelabuhan Samudera. Oleh karenanya saya minta seluruh pihak seperti : Pak Bupati dibantu Kapolres, Dandim dan stakeholder terkait untuk berkomitmen menjalankan ini," tutur Menhub dilansir dari laman Kemenhub, Minggu (2/2/2020).

Menhub mengungkapkan, dibutuhkan biaya sekitar 200 Miliar untuk pembangunan Pelabuhan dan 100 Miliar untuk Pembangunan Bandara. Untuk pelabuhan pembiayaan akan dikerjasamakan dengan Pemerintah Daerah dan Swasta.

Saat ini baru ada penerbangan oleh maskapai Susi Air dengan rute eksisting Tg. Balai Karimun-Pekan Baru dan Tg. Balai Karimun - Dabo Singkep.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya