JAKARTA - Bandara Soekarno-Hatta tidak melayani penerbangan untuk 16 rute ke China begitu juga sebaliknya, mulai hari ini. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi pemerintah agar menyebarnya virus ini bisa dicegah.
Ke-16 izin rute tersebut adalah untuk melayani penerbangan dari dan ke Beijing, Guangzhou Baiyun, Shenzhen Bao’an, Shanghai Pudong, Kunming, Nanning, Haikou Meilan, Fuzhou Changle, dan Xiamen Gaoqi.
Total pergerakan pesawat yang melayani rute-rute itu sebanyak 143 pergerakan pesawat per minggu. Adapun maskapai yang melayani penerbangan dari dan ke China adalah Air China, China Southern, Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Xiamen, China Eastern, Sriwijaya Air, dan Federal Express.
Baca Juga: Bandara Soetta Setop Seluruh Penerbangan Indonesia-China
“Ada sekitar 16-20 slot penerbangan per hari yang idle karena penerbangan dari dan ke China ditutup sementara, di mana ini menjadi peluang baru bagi Soekarno-Hatta untuk dapat memperluas konektivitas penerbangan ke negara lain atau memaksimalkan rute yang telah ada saat ini,” ujar President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, dalam keterangan presa, Rabu (5/2/2020).
Dia mengungkapkan, pasar yang bisa digarap dengan adanya ruang lebih ini adalah rute Asia Barat seperti India, Pakistan, Maladewa, Srilanka, Nepal, lalu wilayah lain yakni Turki dan Australia.
Baca Juga: China Terserang Virus Korona, Jokowi Ingin RI Cermati Peluang Ekspor hingga Investasi
Sebelum rute penerbangan ditutup pada hari ini, berikut 6 penerbangan terakhir penerbangan di Soekarno-Hatta, dari dan ke China pada 4 Februari 2020:
Kedatangan:
1. China Southern CZ0387 rute Guangzhou - Jakarta (ETA 21.25 WIB)
2. China Eastern MU5069 rute Shanghai - Jakarta (ETA 21.45 WIB)
3. Air China CA0977 rute Beijing - Jakarta (ETA 21.15 WIB)
Keberangkatan:
1. China Southern CZ0388A rute Jakarta - Guangzhou (ETD 23.00 WIB)
2. China Eastern MU5070 rute Jakarta - Shanghai (ETD 23.00 WIB)
3. Air China CA0978 rute Jakarta - Beijing ( ETD 23.45 WIB)
(Feby Novalius)