Intervensi Bank Sentral China Bikin Kilau Emas Meredup

Vania Halim, Jurnalis
Selasa 18 Februari 2020 09:19 WIB
Ilustrasi Harga Emas (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Harga emas melemah pada perdagangan Senin, setelah naik hampir dua minggu. Intervensi kebijakan moneter Bank Sentral China membatasi dampak ekonomi akibat virus corona yang meyakinkan investor untuk kembali ke aset-aset yang berisiko tinggi.

Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD1,581.33 per ounce. Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat (AS) turun 0,1% menjadi USD1.584,40.

Baca Juga: Turun Seribu, Emas Antam Dijual Rp779.000/Gram

"Sementara optimisme di pasar saham agak jelas bahwa wabah ini mungkin sementara dan titik pivot sudah dekat. Namun para investor emas belum mau bergabung dengan sepenuh hati dalam permainan ekuitas," kata Analis Pasar FXTM Han Tan, dilansir dari Reuters, Selasa (18/2/2020).

China memangkas suku bunga pinjaman untuk jangka menengah dalam upaya menangkal pelemahan ekonomi dari epidemi.

Baca Juga: Lagi Mahal, Harga Emas Dibanderol Rp780.000/Gram

Selain itu, Bank Sentral China pada awal Februari mengumumkan suntikan likuiditas 1,2 triliun yuan atau setara USD174 miliar ke pasar.

Hal itu pun membuat dolar menguat mendekati level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Hal tersebut pun membuat emas relatif mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Mengingat bahwa harga emas tetap naik di atas USD1.550 dan bahwa mata uang Asia tetap lebih lemah terhadap dolar AS. Itu menunjukkan bahwa masih ada cukup banyak kekhawatiran di kalangan investor tentang potensi kejatuhan ekonomi global dari wabah ini," Kata Tan.

Sebagai informasi, wabah virus telah merenggut 1.770 nyawa dan telah mengancam pertumbuhan ekonomi di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya