JAKARTA - Pemerintah menyiapkan berbagai insentif untuk menguatkan ekonomi Indonesia terhadap dampak virus korona. Selain sektor pariwisata yang diberika insentif berupa diskon tiket pesawat hingga 50%, pemerintah juga menyiapkan insentif untuk properti.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, selain insentif diskon tiket pesawat %, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp1,5 triliun untuk menambahkan subsidi dalam sektor properti.
Baca Juga: Imbas Virus Korona, Pemerintah Beri Diskon Tiket Pesawat Besar-besaran ke-10 Destinasi Wisata
"Seperti pembelian rumah. Di mana insentif perumahan akan dilaksanakan mulai bulan April. Jadi sudah disepakati, dalam rangka korona ini ada stimulus perumahan sebesar Rp1,5 triliun,” ujar dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Basuki menerangkan, pemberian insentif terhadap sektor properti bisa menjadi penangkal akan dampak korona ke perekonomian. Karena, setiap pembangunan satu rumah, terdapat 150 industri yang diberdayakan.
Baca Juga: Jadi Gedung Kosong, Bagaimana Nasib Wisma Atlet Kemayoran?
"Apabila itu bisa beli, berarti menggerakkan 150 industri lain. Ada yang beli kipas angin, ada yang beli rice cooker, kulkas, tempat tidur, macam-macam. Jadi itu menggerakkan ekonomi lainnya," tutur dia.
Pemerintah pun akan membagi Rp800 miliar untuk Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Rp700 miliar untuk Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM). Dan diimplementasikan pada April mendatang.