WASHINGTON - Aktivitas manufaktur pabrik di Amerika Serikat (AS) melambat selama Februari 2020. Hal ini pun mencerminkan kekhawatiran tentang gangguan rantai pasokan imbas wabah virus korona atau Covid-19 yang menyebar cepat ke berbagai negata.
Institute for Supply Management (ISM) mencatat indeks aktivitas pabrik nasional turun menjadi 50,1 pada Februari atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 50,9. Angka itu pun lebih rendah dari perkiraan para ekonom menjadi 50,5.
Baca Juga: Pemerintah AS dan The Fed Adakan Pertemuan Bahas Dampak Virus Korona
ISM menilai penurunan aktivitas pabrik karena rantai pasokan global terdampak paling besar karena virus korona. Sekitar enam industri, termasuk komputer dan elektronik, produsen logam dan kimia palsu, melaporkan wabah korona berdampak pada bisnis mereka.
Sebenarnya, indeks ISM di atas ambang 50 pada Januari terjadi pertama kalinya dalam lima bulan terakhir, karena ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China mereda setelah penandatanganan kesepakatan parsial.
Baca Juga: 12 Fakta Menarik AS 'Nobatkan' RI Jadi Negara Maju
Tetapi epidemi virus korona yang telah menewaskan sedikitnya 3.000 orang dan menginfeksi lebih dari 80.000, menjadi ancaman baru bagi aktivitas pabrik di AS. Adapun angka di atas 50 menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur menyumbang 11% dari ekonomi AS.
Data dan beberapa survei pabrik Fed regional telah mengisyaratkan stabilisasi di bidang manufaktur setelah merosot tahun lalu. Dengan manufaktur yang hampir tidak berkembang, dapat memberi tekanan pada administrasi Trump untuk menangguhkan semua tarif AS pada impor China.
Laporan dari seluruh dunia juga menunjukkan pabrik mengalami dampak besar dari wabah korona, dengan aktivitas di China menyusut pada kecepatan rekor. Demikian dilansir dari Reuters, Selasas (3/3/2020).
PMI Jepang menunjukkan aktivitas pabriknya dilanda kontraksi paling tajam dalam hampir empat tahun di bulan Februari. Di Korea Selatan, aktivitas pabrik juga menyusut lebih cepat di bulan Februari.
(Feby Novalius)