JAKARTA - Bank Sentral Eropa (ECB) menyatakan membatasi semua perjalanan yang dinilai tidak penting para anggota dewan eksekutif dan pegawainya. Pembatasan tersebut berlaku hingga 20 April dan sebagai langkah pencegahan di tengah-tengah merebaknya wabah virus corona secara global.
Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Kamis (5/3/2020), bank untuk zona euro yang beranggotakan 19 negara itu mengatakan, layanan kunjungan ke markas besar dan pusat kunjungan publiknya di Frankfurt juga ditiadakan pada periode waktu yang sama.
Baca juga: Lagarde Dicalonkan Jadi Bos Bank Sentral Eropa, Sri Mulyani: Good Luck!
Lembaga keuangan internasional itu juga menunda atau membatalkan konferensi-konferensi yang tadinya dijadwalkan berlangsung di bank itu -- namun mengatakan bahwa konferensi-konferensi pers setelah pertemuan dewan pengurus yang membahas kebijakan-kebijakan tidak akan terpengaruh, termasuk yang akan dilangsungkan pada 12 Maret.
ECB menegaskan, langkah itu sebagai upaya pencegahan dan tidak ada pegawainya yang dikukuhkan terjangkit virus corona.