JAKARTA - Pemerintah memastikan akan mengeluarkan stimulus yang kedua untuk menangkal virus Korona. Saat ini stimulus atau vitamin yang akan digunakan untuk menangkal virus Korona itu sedang disiapkan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini pemerintah sedang memformulasikan insentif seperti apa yang akan dikeluarkan. Oleh karena itu, dirinya belum bisa memastikan kapan dan untuk sektor apa insentif yang akan dikeluarkan nantinya.
Baca juga: Ekonomi RI Terus Tumbuh di 5%, Sri Mulyani: Bagus, Tapi Tak Cukup
"Memang sedang kita formulasikan nanti arahnya. Jenisnya apa saja dan ditunjukkan untuk sektor apa dan mekanismenya," ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (5/3/2020).
Sri Mulyani juga enggan menyebutkan berapa jumlah anggaran yang akan digelontorkan nantinya. Dirinya hanya memastikan, pemerintah akan mengeluarkan insentif kedua yang saat ini sedang dalam pembahasan.
Baca juga: RI Siapkan Rp10 Triliun untuk Antisipasi Dampak Virus Korona
"Nanti kalau sudah diumumkan kita sampaikan. Pokoknya nanti kita kalau sudah selesai kita sampaikan," kata Sri Mulyani.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, dalam membuat kebijakan dan mengeluarkan insentif ini, pemerintah akan memperhatikan defisit APBN. Meskipun saat ini pemerintah masih memiliki cukup ruang fiskal untuk mengeluarkan anggaran lagi.
"Kita pasti mengantisipasi ini akan meningkat sesuai kondisi yang ada, besarannya akan selalu kita update per bulannya," kata Sri Mulyani.
Baca juga: Jelang Puasa, Presiden: Hati-Hati, Dihitung Urusan Bawang Putih, Daging hingga Gula
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan stimulus lanjutan untuk impor bahan baku industri. Apalagi Presiden Joko Widodo sudah meawnti-wanti agar izin impor dipermudah di tengah wabah virus korona.
Nantinya dengan kebijakan ini bea masuk impor bisa jauh lebih murah. Selain itu, izin impor akan jauh lebih mudah khususnya untuk bahan baku industri.
Airlangga menambahkan, saat ini kebijakan ini sedang dalam tahap finalisasi. Diharapkan kebiojakan ini bisa segera dikeluarkan.
"Kita lagi finalisasi. Ya mudah-mudahan bisa segera," ucapnya kemarin.
(Fakhri Rezy)