"Perdagangan saham di bursa Wall Street sempat mengalami penurunan hampir 10% dan menjadi yang terburuk sejak "Black Monday" 1987. Bursa Wall Street pada saat penurunan tersebut sempat dihentikan sementara setelah dibuka 15 menit pertama karena mencapai ambang batas "circuit-braker" yang digunakan bursa AS," jelas Hans Kwee.
Baca Juga: Asing Cetak Aksi Jual Bersih Rp575,8 Miliar di Pasar Saham
Pasar saham dunia kini menanti kedatangan berbagai stimulus. Baik dalam sektor fiskal maupun moneter. Hal ini dengan tujuan untuk menangkal dampak negatif virus korona terhadap ekonomi dan bisnis yang pada akhirnya akan mempengaruhi harga saham.
"Pasar saham dunia menanti berbagai stimulus baik fiskal maupun moneter untuk membendung dampak negatif virus korona terhadap ekonomi dan bisnis yang pada akhirnya mempengaruhi harga saham," pungkas Hans Kwee.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)