JAKARTA - HOOQ Digital, penyedia layanan video streaming mengajukan likuidasi (Creditor's Voluntary Liquidation/CVL). Perusahaan yang 76,6% sahamnya dimiliki oleh Singapore Telecommunications (Singtel) itu, belum mampu tumbuh secara memadai untuk memberikan pengembalian yang berkelanjutan atau menutupi biaya yang meningkat kepada kreditor.
Namun sebelum merealisasikan rencana likuidasi, HOOQ terlebih dahulu akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS), serta pertemuan kreditor yang berlangsung pada 13 April 2020.
Baca juga: Terima SingTel, Mustafa Bahas Struktur Organisasi
Melansir edaran HOOQ, pihaknya telah menunjuk Lim Siew Soo dan Brendon Yeo Sau Jin sebagai gabungan likuidator sementara. Hal ini untuk mengawasi secara sementara operasi yang sedang berlangsung.
Seperti diketahui, sejak perusahaan ini didirikan lima tahun lalu, perubahan struktural yang signifikan telah terjadi di pasar segmen video over-the-top (OTT). Konten film dan televisi OTT disediakan melalui koneksi internet berkecepatan tinggi daripada penyedia kabel atau satelit.
Baca juga: Terima SingTel, Mustafa Bahas Struktur Organisasi
"Penyedia konten global dan lokal semakin mengarahkan, biaya konten tetap tinggi, dan kemauan konsumen pasar berkembang dan meningkat di tengah persaingan yang semakin meningkat," dikutip edaran HOOQ. Sebagai hasil dari perubahan ini, model bisnis yang layak untuk platform distribusi OTT memasuki babak tantangan baru.
Sementara seperti dikutip dari Business Times, Jumat (27/3/2020) Singtel mengungkapkan bahwa likuidasi ini diharapkan tidak memiliki dampak material pada aset berwujud perusahaan atau pendapatan per saham.
Sekadar diketahui, laporan keuangan Singtel untuk kuartal ketiga fiskal yang berakhir 31 Desember 2019, pendapatan operasional dari segmen live digital menyusut hampir 15 persen dari tahun lalu.
Baca juga: Terima SingTel, Mustafa Bahas Struktur Organisasi
Dalam laporan tahunan 2019 yang diterbitkan Juni lalu, untuk mendorong pertumbuhan dan skala audience, HOOQ juga telah berupaya membangun kemitraan digital strategis dengan Hotstar di India dan Grab di Asia Tenggara guna menyediakan tampilan dalam aplikasi dan mempermudah akses ke HOOQ.
Singtel, Sony Pictures Television dan Warner Bros Entertainment mendirikan HOOQ pada 2015 untuk menawarkan film dan serial televisi kepada pemirsa di Asia melalui streaming atau mengunduh.
Sekadar diketahui, imbas dari rencana aksi koorporasi HOOQ ini, saham Singtel naik 0,06 dolar Singapura atau 2,4 persen menjadi 2,58 dolar Singapura pada perdagangan Jumat pukul 02.18 waktu setempat. (rhs)
(Rani Hardjanti)