HOOQ Anak Usaha Singtel Ajukan Likuidasi

Fakhri Rezy, Jurnalis
Jum'at 27 Maret 2020 16:07 WIB
Hooq (Reuters)
Share :

JAKARTA - HOOQ Digital, penyedia layanan video streaming mengajukan likuidasi (Creditor's Voluntary Liquidation/CVL). Perusahaan yang 76,6% sahamnya dimiliki oleh Singapore Telecommunications (Singtel) itu, belum mampu tumbuh secara memadai untuk memberikan pengembalian yang berkelanjutan atau menutupi biaya yang meningkat kepada kreditor.

Namun sebelum merealisasikan rencana likuidasi, HOOQ terlebih dahulu akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS), serta pertemuan kreditor yang berlangsung pada 13 April 2020.

 Baca juga: Terima SingTel, Mustafa Bahas Struktur Organisasi

Melansir edaran HOOQ, pihaknya telah menunjuk Lim Siew Soo dan Brendon Yeo Sau Jin sebagai gabungan likuidator sementara. Hal ini untuk mengawasi secara sementara operasi yang sedang berlangsung.

Seperti diketahui, sejak perusahaan ini didirikan lima tahun lalu, perubahan struktural yang signifikan telah terjadi di pasar segmen video over-the-top (OTT). Konten film dan televisi OTT disediakan melalui koneksi internet berkecepatan tinggi daripada penyedia kabel atau satelit.

 Baca juga: Terima SingTel, Mustafa Bahas Struktur Organisasi

"Penyedia konten global dan lokal semakin mengarahkan, biaya konten tetap tinggi, dan kemauan konsumen pasar berkembang dan meningkat di tengah persaingan yang semakin meningkat," dikutip edaran HOOQ. Sebagai hasil dari perubahan ini, model bisnis yang layak untuk platform distribusi OTT memasuki babak tantangan baru.

Sementara seperti dikutip dari Business Times, Jumat (27/3/2020) Singtel mengungkapkan bahwa likuidasi ini diharapkan tidak memiliki dampak material pada aset berwujud perusahaan atau pendapatan per saham.


Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya