Ada Ribuan Buruh Pabrik Tekstil yang Tidak Diperpanjang Kontrak

Giri Hartomo, Jurnalis
Minggu 29 Maret 2020 15:17 WIB
Buruh Pabrik (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut ada ribuan buruh pabrik tekstil yang tidak diperpanjang kontraknya. Hal ini sebagai dampak dari virus corona atau covid-19.

“Sementara itu, ribuan buruh di perusahaan tekstil di Bandung yang habis kontrak sudah tidak diperpanjang lagi. Hal yang sama juga terjadi di banyak perusahaan lain. Dengan kata lain, mereka di PHK,” kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3/2020).

Baca juga: Presiden Jokowi Larang Perusahaan Lakukan PHK

Said Iqbal mengatakan, ada informasi perusahaan yang akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada para pekerja sebagai imbas dari pandemi corona. Karena itu, KSPI meminta pemerintah dengan segala upata melakukan langkah-langkah konkret dan terukur untuk memastikan agar tidak ada PHK.

Disebutkan oleh Said Iqbal, salah satu perusahaan yang akan melakukan PHK adalah PT Akomoto Indonesia. Perusahaan yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur itu pada tanggal 24 Maret 2020 sudah mengirimkan surat kepada serikat pekerja terkait dengan rencana perusahaan yang akan melakukan PHK terhadap 26 orang pekerja.

Baca juga: Banyak PHK, Menko Airlangga: Makanya Ada Kartu Prakerja

Di Sidoarjo, pekerja di PT Apie Indo Karunia juga terancam PHK lantaran pemilik perusahaan mengaku sudah tidak punya uang untuk memberikan upah.

Informasi adanya PHK juga diterima KSPI terjadi di Bintan – Kepulauan Riau, Bitung – Sulawesi Utara, dan berbagai daerah lain. Said Iqbal mengingatkan, terdapat 4 hal yang memicu gelombang PHK jika tidak segera diselesikan. Pertama, ketersediaan bahan baku di industri manufaktur yang mulai menipis. Khususnya bahan baku yang berasal dari impor, seperti dari negara China, dan negara-negara lain yang juga terpapar Corona. Selanjutnya mengenai melemahnya rupiah terhadap dolar, menurunnya kunjungan wisatawan ke destinasi pariwisata, dan anjloknya harga minyak dan indeks saham gabungan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya