Kendati demikian, akumulasi secara year to date masih tercatat net outflow. Adapun net outflow baik dari portfolio investasi, saham maupun obligasi outflownya total Rp145,1 triliun terdiri outflow Rp131,1 triliun SBN, kemudian saham Rp9,9 triliun.
Perry menjelaskan, sebagian besar outflow terjadi pada periode corona dari periode 20 Januari sampe 30 Maret terjadi outflow total Rp167,9 triliun. Sedangkan pada periode 1 Januari -19 Januari terjadi inflow tapi begitu 20 Januari merebak virus terjadi outflow.
"Merebaknya virus di seluruh negara terkena corona, merebaknya sangat luas dan cepat, kepanikan itu membuat outflow ini, tapi alhamdulillah berbagai langkah stimulus fiskalnya berbagai negara kepanikan itu mereda meskipun ketidakpastian masih tinggi begitu yang membawa nilai tukar," tukasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)