Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BI Disarankan Naikkan Suku Bunga Jadi 5 persen Imbas Rupiah Melemah ke Rp17.700

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 20 Mei 2026 |08:32 WIB
BI Disarankan Naikkan Suku Bunga Jadi 5 persen Imbas Rupiah Melemah ke Rp17.700
Bank Indonesia (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyarankan agar Bank Indonesia (BI) segera mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis points (bps) hingga menjadi 5 persen.

Rekomendasi tersebut dinilai mendesak untuk diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026 demi membendung gelombang tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang kini telah terperosok melampaui level Rp17.700 per Dolar AS.

Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky memaparkan bahwa kejatuhan mata uang Garuda saat ini tidak boleh disepelekan karena merefleksikan eskalasi tekanan yang semakin pekat, baik dari eksternal maupun internal struktural ekonomi domestik.

“Melihat besarnya tekanan terhadap rupiah, kami menilai Bank Indonesia perlu memanfaatkan instrumen suku bunga acuan untuk meredam pelemahan mata uang,” ujar Riefky dalam risetnya, dikutip Rabu (20/5/2026).

Dalam kajiannya, Riefky mengidentifikasi bahwa bank sentral sebenarnya telah mengerahkan berbagai bauran strategi intervensi untuk mengawal Rupiah. Instrumen tersebut mencakup optimalisasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar Non-Deliverable Forward (NDF).

Bahkan, guna menjaga psikologis pasar, BI tercatat telah menguras cadangan devisa dalam jumlah yang cukup masif, yakni melebihi USD10 miliar hanya dalam rentang waktu empat bulan terakhir.

Kendati amunisi valas telah digelontorkan dalam jumlah besar, efektivitas langkah tersebut dinilai mulai mengendur. Rupiah terpantau terus mengalami tren pelemahan jangka panjang sejak Agustus 2025, di mana saat itu posisinya masih berada di kisaran Rp16.100 per Dolar AS.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement