Dirinya menjelaskan, skenario berat dan sangat berat tersebut tentunya sebagai forward looking antisipasi. Hal ini diperhitungkan agar tidak terjadi.
Baca juga: Sri Mulyani: Skenario Terburuk, Ekonomi Bisa Tumbuh Minus 0,4%
"Kalau tadi disampaikan sangat berat kurst di 17.500 atau berat Rp20.000 per USD itu adalah akan kita antisipasi agar itu tidak terjadi," ujarnya.
(Fakhri Rezy)