Alat Tes Corona dari Swiss, Disebar ke Seluruh RS dan Bisa Cek 10.000 Orang/hari

Giri Hartomo, Jurnalis
Senin 13 April 2020 06:24 WIB
Virus Corona (Foto: Ilustrasi Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendatangkan alat untuk mengetes virus Corona (COVID-19) dari Swiss. Alat tes virus corona ini dibuat perusahaan farmasi Roche, asal Swiss.

Alat tes kilat virus corona ini sebanyak 20 alat terdiri dari 2 alat detektor RNA otomatis dan 18 buah lightcycler untuk detektor Polymerase Chain Reaction (PCR).

Anggota Gugus Covid-19 yang juga sekaligus Stafsus Menteri BUMN Arya M Sinulingga mengatakan, alat RNA otomatis ini mempunyai kapasitas 1.000 tes per hari. Sementara 18 buah lightcycler untuk PCR mempunyai kapasitas 500 tes per hari.

Berikut adalah fakta mengenai alat tes covid-19 dari Swiss yang dirangkum Okezone:

Baca Juga: Mulai Hari Ini Naik Kapal Pelni Wajib Pakai Masker

1. Bisa Uji 10.000 orang per hari

Menurut Arya, jika alat pendeteksi virus corona ini sudah terpasang, maka bisa menaikkan jumlah tes pasien virus corona hingga mencapai 10.000 orang per hari.

"Dengan alat ini kalau sudah terinstall semua, satu harinya mencapai 9.000 sampai 10.000 tiap hari kita tahu hasil tes," kata Arya dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Baca Juga:PSBB Jakarta, Polisi Akan Jaga Pusat Perbelanjaan

2. Disebar di seluruh rumah sakit

Alat tes virus corona ini akan terpasang di rumah sakit di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua.

"Ini sudah mulai diinstall di salah satu rumah sakit di Jakarta. Dengan alat ini kita harapkan Indonesia akan semakin bisa mendata berapa banyak orang yang akan terkena corona sehingga antisipasi kita untuk menghadapi corona akan semakin baik," kata Arya.

3. Bisa tes 300 ribu spesimen dalam sebulan

Alat itu mampu melakukan sebanyak 300 ribu terhadap spesimen dalam waktu satu bulan. Alat tes yang dihadirkan tersebut antara lain adalah, dua buah alat automatic RNA dan 18 buah light cycle detector PCR. Dalam sehari, alat itu mampu periksa 1.000 spesimen.

"Dengan ini maka kita harapkan dalam tempo nanti bisa kau setiap hari ada tes sampai 5.000-10.000, maka kita akan bisa dalam sebulan mencapai hampir 300 ribu," kata Stafsus Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga.

4. Kelebihan alat tes dari Swiss

Staf Khusus Menteri BUMN Arya M Sinulingga mengatakan, alat tes yang dibeli Kementerian BUMN tersebut terdiri dari dua buah alat automatic RNA dan 18 unit light cycle detector PCR.

"Inilah otomatis RNA untuk ekstraktor biasanya di Indonesia itu adalah ada yang manual ada yang otomatik, juga ini kami hadirkan dua buah yang dia bisa untuk tes itu bisa RNA 1.000 per hari," kata Arya.

Sementara itu, untuk alat buah light cycle detector PCR ini mampu melakukan pemeriksaan sebanyak 500 spesimem setiap harinya. "PCR ini adalah kapasitasnya mencapai 500 tes per-hari," ujar Arya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya