Industri Masih Beroperasi, Menperin: Kami Tidak Ingin Ada Shutdown Ekonomi

Taufik Fajar, Jurnalis
Jum'at 17 April 2020 21:30 WIB
Kawasan Industri (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, pada saat penanganan dampak pandemi Covid-19 ini, ada dua hal yang sama-sama penting, yaitu kegiatan ekonomi melalui industri manufaktur dan protokol kesehatan. “Ini tidak boleh dipisahkan sejak Covid-19 terjadi sekarang sampai nanti selesai dan hilang dari bumi pertiwi, keduanya tidak boleh dipisahkan, keduanya harus berjalan bergandengan,” paparnya dilansir dari laman Kemenperin, Jumat (17/4/2020).

Melalui pemberian izin beroperasi saat dilakukan PSBB, pada prinsipnya adalah bagaimana bisa memastikan bahwa kegiatan ekonomi melalui industri manufaktur itu tetap berjalan, dan tentunya industri tidak boleh dimatikan secara total.

Baca Juga: Ada Corona, Omzet IKM Sektor Makanan Turun hingga 90%

“Kami tidak ingin terjadi shutdown kegiatan ekonomi karena pada kenyataannya beberapa industri juga tetap melakukan kegiatan ekspor. Ini tentunya akan sangat membantu neraca perdagangan kita yang saat ini terpengaruh,” sebutnya.

Bagi Menperin, industri yang bersemangat untuk melakukan proses produksi pasa masa-masa sulit justru harus diberikan apresisasi, karena ikut berkontribusi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

 Baca Juga: Bertahan Lawan Corona, IKM Minta Keringanan BPJS hingga Tagihan Listrik

“Tetapi tentunya, kembali saya tegaskan, di satu sisi kegiatan ekonomi harus tetap jalan, tapi di satu sisi juga para pelaku industri wajib untuk menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan proses produksi,” terangnya.

Mengutip International Monetary Fund (IMF), Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara di dunia yang diprediksi pertumbuhan ekonominya tetap positif pada tahun 2020, meski diterjang pandemi Covid-19. Tiga negara yang dimaksud adalah China, India dan Indonesia. Karena itu, momentum tersebut bisa menjadi modal bagi sektor industri Tanah Air untuk bersama-sama bangkit.

“Karena kita masih punya modal yang kuat, artinya kemungkinan kita untuk bisa rebound dari negara lain bisa lebih besar. Apalagi kita lihat bahwa kompetensi bangsa kita sendiri juga cukup besar. Jadi sesungguhnya, apa yang akan terjadi dalam sektor industri manufaktur nanti setelah Covid-19 sangat tergantung dengan apa yang kita lakukan sekarang,” pungkasnya. (Kmj)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya