JAKARTA - Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Adrian Panggabean memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini berada di kisaran 1,8%. Perkiraan ini berdasarkan kemungkinan terburuk dan terbaik dari penyelesaian virus corona di tanah air.
Sementara untuk angka inflasi diprediksi berada di kisaran 2,7%. Angka ini sangat terkandali jika dibandingkan dengan target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yakni sebesar 3,5% plus minus 1%.
Baca Juga: Kuat saat Krisis 1998, UMKM Kini Paling Terdampak Corona
"Saya proyeksikan pertumbuhan ekonomi di 1,8%. Inflasi 2,7% apakah ini pesimis atau optimis," kata dia dalam diskusi virtual di Jakarta, Minggu (26/4/2020).
Dia mengatakan, jika dibandingkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari beberapa sumber ini menjadi yang cukup optimis. Mengingat, sejumlah lembaga bahkan ekonom bahkan meramal pertumbuhan ekonomi berada di 0,5% hingga minus mencapai 1-2%.
Adrian menambahkan pemulihan ekonomi bakal terasa di kuartal IV-2020. Sementara di kuartal II dan III 2020 masih berada di bawah tekanan mengingat kondisi pandemi virus corona ini masih akan berlangsung selama delapan minggu ke depan.
Baca juga: Menkeu Ungkap 3 Langkah Indonesia Hadapi Virus Corona, Apa Saja?
"Pada level asumsi saja 1,8% ini keliatan optimis," kata Adrian.
Menurut Adrian, cepat atau lambatnya pemulihan ekonomi tergantung dari penyelesaian virus corona yang dilakukan pemerintah. Salah satunya adalah bagaiaman efektivitas dari program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Dan pertanyaan nomor dua sampai kapan itu tergantung dari bagaimana virus itu diselesaikan. Jadi tergantung bagaimana social distancing ini bisa berlangsung," ucapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)