JAKARTA - Peningkatan risiko di pasar keuangan yang dipengaruhi oleh wabah Covid-19 menimbulkan kenaikan volatilitas pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dari kisaran 6.300 pada pertengahan Januari hingga menyentuh di bawah level 4.000 pada akhir Maret, sebelum akhirnya rebound ke kisaran 4.500.
Para investor asing menjual kepemilikan sahamnya dan memilih aset dengan risiko yang lebih rendah, yakni safe haven, atau dana cash. Data Bank Indonesia menunjukkan, telah terjadi capital outflow dari pasar saham Indonesia senilai Rp13,3 triliun selama periode 20 Januari hingga 1 April 2020.
Baca juga: Diversifikasi Reksa Dana di Tengah Fluktuasi
Namun, capital outflow yang lebih menonjol justru terjadi di pasar surat utang. Nilai arus modal keluar mencapai Rp157,4 triliun untuk periode 20 Januari – 1 April 2020. Dalam rapat kerja dengan DPR, pada 6 April 2020, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, banyak investor asing yang melepas aset investasi seperti saham, obligasi, dan SBN (Surat Berharga Negara).