Saatnya Membidik Peluang dari Pasar Obligasi

Taufik Fajar, Jurnalis
Minggu 03 Mei 2020 09:01 WIB
Pasar Keuangan (Shutterstock)
Share :

Seperti halnya di pasar saham, peluang keuntungan terbuka ketika harga saham dengan fundamental yang kuat terkoreksi semata karena sentimen. Saat harga obligasi tertekan semata karena kepanikan pandemi Covid-19, idealnya terbuka pula peluang bagi investor untuk membeli surat utang Pemerintah atau obligasi emiten-emiten dengan track record bagus, untuk kemudian menunggu momentum saat pasar finansial kembali stabil.

Tidak boleh diabaikan bahwa saat ini merupakan era inflasi rendah. Di tengah kepanikan pasar keuangan karena pandemi Covid-19 dan melemahnya daya beli masyarakat secara umum, Bank Indonesia sudah menurunkan suku bunga acuan berdasarkan perkiraan inflasi yang stabil. Pada 20 Maret 2020, BI menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) sebesar 25 bps menjadi 4,5% dari sebelumnya 4,75%. Sementara, suku bunga Deposit Facility turun sebesar 25 bps menjadi 3,75%, dan suku bunga Lending Facility turun juga sebesar 25 bps menjadi 5,25%.

Pada kondisi normal, pemangkasan suku bunga acuan lazimnya membuat pasar obligasi lebih bergairah. Namun, situasi ekonomi dunia yang sedang tidak normal menyebabkan minat terhadap aset di negara berkembang cenderung turun. Sehingga, pasar obligasi belum memberikan apresiasi atas penurunan suku bunga acuan tersebut. Tidak berlebihan jika ketika harga obligasi tertekan, ada anjuran untuk mencermati dan mendapatkan harga obligasi yang paling rendah dan kemudian bersabar menunggu pasar kembali bergairah untuk mendapatkan keuntungan dari investasi obligasi tersebut. (TIM BEI)

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya