Saatnya Membidik Peluang dari Pasar Obligasi

Taufik Fajar, Jurnalis
Minggu 03 Mei 2020 09:01 WIB
Pasar Keuangan (Shutterstock)
Share :

Nilai capital outflow terbesar terjadi pada pekan kedua Maret 2020 dan mencapai puncaknya pada pekan ketiga Maret 2020 setelah pandemi Covid-19 menyebar secara cepat di Amerika Serikat dan Eropa dan memicu kepanikan pasar. Padahal, sebelum tanggal 20 Januari 2020, menurut Bank Indonesia, arus modal asing masuk ke pasar modal domestik sebesar Rp22,9 triliun. Dana tersebut dibelanjakan sejumlah instrumen investasi, seperti SBN, obligasi korporasi, juga saham. Demikian pernyataan BI yang disiarkan secara daring.

 Baca juga; Upaya BEI Menjaga Pasar

Seiring keluarnya dana pemodal global, berkembang anggapan bahwa sebagian dana yang keluar dari instrumen surat utang beralih ke pasar saham. Perkiraan ini mengacu pada pergerakan IHSG yang sempat rebound ke kisaran 4.811 pada pekan pertama April 2020.

Turunnya minat investasi ke pasar obligasi tidak terlepas dari dua isu besar yang mengguncang pasar keuangan dunia, yaitu cepatnya penularan virus Covid-19 dan jatuhnya harga minyak mentah. Para investor memilih memegang aset dengan risiko yang lebih rendah ketimbang mempertahankan mayoritas investasi portofolionya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya