Mudik Dilarang, 30.000 Calon Penumpang Belum Batalkan Tiket Kereta

Arif Wahyu Efendi, Jurnalis
Rabu 06 Mei 2020 10:26 WIB
Kereta Api (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - 30.000 lebih calon penumpang kereta api musim angkutan Lebaran belum membatalkan tiket, meski PT Kereta Api Daop 7 Madiun meniadakan seluruh perjalanan kereta api di wilayahnya hingga akhir bulan ini akibat merebaknya Covid-19

Untuk itu, PT Kereta Api Daop 7 Madiun mengimbau 30.000 lebih calon penumpang kereta api pada musim angkutan Lebaran untuk segera melakukan pembatalan tiket perjalanan.

Baca Juga: PT KAI Perpanjang Kebijakan Pembatalan Tiket hingga 4 Juni

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengimbau kepada seluruh calon penumpang kereta api yang belum membatalkan perjalanan kereta api untuk segera melakukan pembatalan.

Pembatalan bisa dilakukan calon penumpang kereta api melalui aplikasi KAI Accses dan itu lebih baik untuk menghindari kerumunan atau bisa juga dilakukan dengan mendatangi langsung loket-tiket layanan kereta api di Stasiun Madiun

"Menjamin nilai Rupiah pengembalian tiket 100% tanpa potongan," kata Ixfan, Rabu (6/5/2020).

Baca Juga: Mudik Dilarang, PT KAI Percepat Pembatalan Uang Tiket

Beberapa calon penumpang kereta api ini adalah sebagian kecil calon penumpang kereta api yang sudah melakukan pembatalan tiket. Mereka mendatangi langsung konter layanan tiket di kawasan Stasiun Besar Madiun dan bermaksud melakukan pembatalan tiket karena peniadaan perjalanan kereta api sejak awal hingga akhir bulan Mei 2020 yang bertepatan dengan musim angkutan Lebaran.

Data di rail ticket system KAI Daop 7 Madiun menyebutkan hingga hari ini sebanyak 30.000 lebih calon penumpang kereta api belum melakukan pembatalan tiket. Padahal KAI telah mengumumkan peniadaan perjalanan kereta api khususnya yang melintas di Daop 7 Madiun sejak awal hingga akhir Mei 2020 yang bertepatan dengan musim angkutan Lebaran.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya