Berkaca saat Nataru, Erick Thohir Mulai Bahas Libur Lebaran Antisipasi Covid-19

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 320 2352962 berkaca-saat-nataru-erick-thohir-mulai-bahas-libur-lebaran-antisipasi-covid-19-oNOZ38QpQC.jpg Erick Thohir (Foto: KBUMN)

JAKARTA - Pemerintah merespons kritikan soal kenaikan kasus positif Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru (nataru) 2020. Kritikan tersebut dijadikan masukan dan dievaluasi lebih jauh.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, evaluasi pengaturan mobilisasi massa Nataru tahun lalu menjadi masukan bagi pemerintah untuk menyusun skema pengaturan pergerakan massa saat libur Lebaran Idul Fitri dan Imlek 2021. Skema tersebut sudah dibahas.

"Itu sudah menjadi masukan bagi pemerintah dan sudah mulai dibahas, mengenai (libur) Imlek, mengenai Lebaran tahun ini," ujar Erick Thohir Jumat (29/1/2021).

Baca Juga: Mengenal Covid Tongue, Calon Gejala Baru Covid-19? 

Pemerintah kerap bersikap terbuka bagi kritikan dan masukan sejumlah pihak. Erick menilai, Indonesia sebagai negara demokrasi yang menjunjung tinggi hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapatnya. Kritik dan saran itu pun dinilai sebagai proses belajar.

"Ini memang yang sama-sama kita, kembali tadi, kritik dan saran, kita kan negara demokrasi harus terbuka, learning process ini, kembali saya tidak membela diri atau membela siapa pun. Negara lain juga melakukan proses yang sama, pembelajaran pada diri sendiri," kata dia.

Mantan Bos Inter Milan itu menanggapi dengan kepala dingin, dia menyebut, kritikan baik jumlah kasus terinfeksi Covid-19 yang semakin tinggi di Tanah Air, respon terhadap kebijakan pemerintah adalah dinamika Indonesia sebagai negara demokrasi. Meski begitu, dia menegaskan bahwa kritik dan saran harus bersifat membangun.

Di mana, pemerintah membuka diri bagi masyarakat dan pihak-pihak dalam memberikan masukan untuk perbaikan Indonesia ke depannya. Pemerintah tidak bekerja sendiri, namun membutuhkan kerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat.

"Hal-hal ini tentu gas rem dan dan Pak Presiden (Joko Widodo) sudah bicarakan sejak awal, ini menjadi dinamika kita sebagai negara demokrasi yang tentu berbeda dengan negara lain. Intinya saya rasa ayolah kita perbaiki sama-sama," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini