Ngeyel, 121 Ribu Kendaraan Keluar Jabodetabek saat Mudik Dilarang

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 01 Juli 2020 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 320 2239735 ngeyel-121-ribu-kendaraan-keluar-jabodetabek-saat-mudik-dilarang-Toyf1KJCxk.jpg Mudik Dilarang. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan mencatat ada 1,8 juta kendaraan yang keluar Jabodetabek selama Lebaran. Angka ini mengalami penurunan sekitar 60%-70% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, masih ada kendaraan yang keluar masuk Jabodetabek saat larangan mudik diberlakukan. Tak tanggung-tanggung, ada 121 ribu kendaraan yang keluar masuk Jabodetabek meskipun mudik dilarang.

Baca Juga: Aturan Kedaluarsa, Larangan Mudik Masih Berlaku?

Sementara itu, sebelum adanya larangan mudik, ada 1,3 juta kendaraan yang sudah keluar Jabodetabek. Meskipun memang setelahnya, mengalami penurunan.

"Dalam konteks ini sebelum diberlakukan larangan mudik jumlah penumpang disemua moda transportasi 1,3 juta penumpang, sedangkan setelah ada larangan mudik jumlah penumpang menurun hingga 91% yaitu 121 ribu penumpang," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR, Rabu (1/7/2020).

Baca Juga: Terlanjur Beli Tiket Pesawat Tapi Tak Punya SIKM, Bos Garuda: Bisa Refund dan Reschedule

Budi menambahkan, data tersebut didapat dari posko-posko yang ada di wilayah Jabodetabek. Asal tahu saja, Kementerian Perhubungan turut membuka posko pemantauan selama masa mudik di beberapa check point, baik di jalan tol maupun non tol di wilayah Jabodetabek.

"Dari hasil koordinasi dengan Kementerian PUPR serta posko pemantauan yang kami lakukan ditemukan bahwa kendaraan yang keluar wilayah Jabodetabek menurun signifikan sebanyak 60-70 persen dibandingkan tahun lalu, baik melalui jalan tol atau arteri pada H-7 dan H+7 Idul Fitri," ucapnya.

Budi menyebut, setelah diterbitkannya SE Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 nomor 4 tahun 2020 yang mana diperbolehkan perjalanan orang dengan pengecualian jumlah penumpang, maka penumpang angkutan umum kembali naik menjadi 450 ribu penumpang. Meskipun jumlah ini dinilai masih dibawah dari jumlah kendaraan saat belum diberlakukannya larangan mudik.

"Jumlah ini masih jauh di bawah jumlah penumpang pada periode sebelum adanya larangan mudik," kata Budi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini