Terlanjur Beli Tiket Pesawat Tapi Tak Punya SIKM, Bos Garuda: Bisa Refund dan Reschedule

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 30 Mei 2020 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 30 320 2222063 terlanjur-beli-tiket-pesawat-tapi-tak-punya-sikm-bos-garuda-bisa-refund-dan-reschedule-4XjaTM7lo6.jpeg Pesawat. Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Garuda Indonesia mewajibkan untuk para penumpangnya melengkapi dokumen Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Khususnya penumpang yang akan pergi dari dan menuju ke DKI Jakarta.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, bagi masyarakat yang sudah terlanjur membeli tiket pulang pergi (PP) juga diharuskan untuk melengkapi SIKM. Bagi penumpang yang belum memiliki SIKM namun terlanjur membeli tiket PP bisa melakukan pengaturan jadwal ulang untuk jadwal pulangnya.

Baca juga: Atur Strategi New Normal, Rest Area Bukan Lagi Tempat Kongkow

Untuk perubahan jadwal ini bisa dilakukan gratis dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, para penumpang juga bisa melakukan refund tiket jika mengurungkan niatnya untuk melakukan perjalanan.

"Kita selalu ikut aturan pemerintah. Reschedule saja ya. Bisa (refund tiket juga)," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (30/5/2020).

Baca juga: Kemenhub Akui Pembuatan SIKM Sulit

Sementara itu, jika melihat halaman resmi Garuda Indonesia disebutkan jika maskapai mengambil kebijakan terkait perubahan jadwal dan penggantian rute untuk seluruh penerbangan domestik maupun internasional (terkecuali Timur Tengah) termasuk penerbangan code-share. Namun ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh penumpang untuk melakukan reroute dan refund tiket pesawat.

Salah satunya adalah berlaku untuk ticket yang dipesan (issued) sebelum dan sampai dengan 23 April 2020 dengan waktu perjalanan dari 24 Januari 2020 hingga 1 Juni 2020

Penumpang dapat memilih untuk melakukan perubahan jadwal (reschedule) / rute penerbangan (reroute) sebanyak 1 kali tanpa dikenakan biaya perubahan (changes fee). Apabila penumpang memilih untuk melakukan perubahan jadwal (reschedule) pada rute penerbangan yang sama dan pada kabin penerbangan yang sama sampai tanggal 30 Juni 2021 (di luar periode black out), maka dapat dilakukan tanpa biaya tambahan.

Sedangkan pada periode black out, dikenakan selisih harga dan pajak. Apabila penumpang memilih untuk melakukan perubahan rute penerbangan (reroute), dapat dilakukan tanpa biaya tambahan untuk rute yang memiliki harga yang sama atau kurang dari harga rute awal, jika terdapat kelebihan maka dikenakan selisih harga dan pajak.

Apabila penumpang belum memiliki jadwal / rute penerbangan baru yang pasti, penumpang diperbolehkan memperpanjang masa berlaku tiket sampai 30 Juni 2021 (open ticket). Setelah masa berlaku tiket diperpanjang s/d 30 Juni 2021, penumpang diperkenankan melakukan perubahan jadwal / rute sebanyak 1 kali dengan tanggal perjalanan s/d 30 Juni 2021. Refund dimungkinkan dengan Travel Voucher.

Baca juga: Masuk Jakarta Lewat Bandara Soetta, Siapkan SIKM hingga Pengecekan Berlapis

Travel Voucher dapat ditukarkan dengan tiket Garuda Indonesia untuk perjalanan s/d 30 Juni 2021 atau produk Garuda Indonesia lainnya. Namun penukaran Travel Voucher dapat dilakukan di kantor penjualan Garuda Indonesia.

No show fee akan dikenakan jika reservasi penerbangan tidak dibatalkan (melalui perubahan jadwal/rute, perpanjangan masa berlaku tiket atau refund) oleh penumpang sebelum keberangkatan. Khusus penerbangan code-share dengan Airline lain, perubahan jadwal harus menggunakan fare-class yang sama.

Jika menggunakan fare-class yang berbeda, maka perbedaan harga berlaku (terdapat tambahan biaya). Perubahan jadwal, perubahan rute dan refund dapat dilakukan melalui layanan Live Chat 24 jam Garuda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini