7 Fakta AS Tambah Utang Rp45.000 Triliun demi Virus Corona

Giri Hartomo, Jurnalis
Sabtu 09 Mei 2020 09:09 WIB
Uang Rupiah (Foto: Okezone)
Share :

6. Upaya Pemulihan Ekonomi

Ketua Bank Sentral Amerika, Jerome Powell, mengatakan dia ingin melihat neraca pemerintah AS berada dalam posisi yang lebih baik sebelum pandemi.

Namun, ia mengatakan pengeluaran yang dilakukan sekarang penting untuk meredam hantaman pandemi terhadap ekonomi, karena perintah untuk menutup bisnis guna memperlambat penyebaran virus telah menyebabkan setidaknya 30 juta penduduk Amerika kehilangan pekerjan.

"Mungkin ekonomi akan membutuhkan lebih banyak bantuan dari kita semua jika kita ingin pemulihan yang kuat," katanya.

Sebagai bagian dari upaya meringankan bebannya sendiri, Bank Sentral Amerika telah membeli lebih dari US1 triliun, atau setara Rp15 kuadriliun, dalam bentuk treasury selama beberapa pekan terakhir.

7. Pemegang Utang

Investor dari negara-negara asing merupakan pemegang utang AS yang signifikan. Jepang, China, dan Inggris berada di urutan teratas pada Februari.

Ketegangan yang meningkat antara AS dan China selama beberapa tahun terakhit telah memperbaharui pengawasan terhadap posisi utang Amerika.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya