3. Rupiah Stabil Cenderung Menguat
Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar rupiah cukup stabil cenderung menguat. Pergerakan rupiah masih dipengaruhi beberapa faktor fundamental.
“Rupiah bergerak stabil cenderung menguat dipengaruhi faktor fundamental seperti inflasi, defisit transaksi berjalan dan perbedaan suku bunga di dalam dan luar negeri,” katanya.
4. Utang AS Jadi Penguat Rupiah
Perry Warjiyo mengatakan, langkah pemerintah AS utang USD3 triliun atau setara Rp45 kuadriliun (Rp45.000 triliun) akan berdampak ke perekonomian RI. Setidaknya ada dua dampak terhadap Indonesia.
“Kalau pemerintah Amerika suplai us treasury akan meningkat dan likuiditas di sana meningkat. Ini akan berdampak kenaikan suku bunga us treasurydan us bonds,” kata Perry dalam telekonferensi ditulis Minggu (10/5/2020).
Hal ini, kata Perry membuat perbedaan suku bunga tinggi dan menarik investor membeli SBN. Dengan begitu, kekuatan dolar akan melemah.
“Berkaitan nilai tukar, kekuatan dolar melemah. Di sisi lain, inflow SBN akan tetap tinggi dan mendukung penguatan rupiah ke depan, jadi satu kekuatan dolar berkurang dan inflow Indonesia tinggi,” tukasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)