Menurut Roy, hal ini lah yang membuat gula sulit ditemukan di pasar ritel modern. Sebab, pihaknya hanya diberikan 20-25% saja dari total kebutuhan gula yang diharapkan
"Artinya guyuran gula cuma 20-25% dari total yang kita harapkan. Ini yang membuat gerai-gerai ritel modern kami untuk melayani kebutuhan masyarakat di tengah pandemi ini sulit sekali untuk menyediakan gula, Indomaret, Alfamart dan sebagainya. Nah sementara kelebihan gula tadi itu kita tidak tahu ke mana gulanya," jelasnya.
Selain gula rafinasi, pihaknya sudah mengajukan untuk membeli stok GKP dari para produsen atau pabrik gula (PG) dan juga importir. Namun, menurutnya para pelaku tersebut lebih memilih menjual ke pasar tradisional karena harga jualnya bisa di atas harga acuan yakni Rp 12.500 per kg.
"Mereka lebih menguntungkan menjual ke pasar tradisional dengan harga jual di sana itu Rp 18.000-22.000 per kg sekarang. Sementara kami hanya Rp 12.500 per kg, harga kesepakatan kami sudah jelas membeli dari pabrik gula sesuai dengan Permendag 58 adalah Rp 11.900 per kg, mereka jual ke kita Rp 13.000-14.000 per kg," jelas Roy.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)