Sedihnya Toko-Toko di AS, Terkena Dampak Pandemi Covid-19 hingga Penjarahan

, Jurnalis
Selasa 02 Juni 2020 09:03 WIB
Perempuan melakukan penjarahan (Foto: San Francisco Chronicle)
Share :

JAKARTA - Para peritel di Amerika Serikat sudah terpukul oleh dampak pandemi virus corona. Namun mereka makin terpukul dengan maraknya penjarahan di berbagai negara bagian di AS.

Unjuk rasa yang berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan terjadi akibat pembunuhan yang dilakukan oleh seorang polisi kulit putih terhadap tahanan kulit hitam George Floyd. Pembunuhan dilakukan dengan menginjak leher sang tahanan.

 

Unjuk rasa yang berubah jadi penjarahan terjadi di New York, Chicago, Los Angeles. Di Los Angeles sendiri, penjarahan terjadi di toko pakaian Alexander McQueen di Rodeo Drive.

Sedangkan toko Gucci ditandai dengan slogan grafiti berbunyi, "Ganyang orang kaya." Benar-benar kerusuhan mirip kerusuhan 98 di Indonesia akibat kesenjangan ekonomi dan sosial.

Sementara di Grove Shopping Centre di dekatnya, yang menampung 51 toko kelas atas, Nordstrom, Ray Ban, dan Apple dibobol.

Baca juga: Wall Street Menguat meski Ada Kerusuhan di AS

Seperti dilansir dari Sindonews, Nordstrom Inc menutup sementara semua tokonya pada hari Minggu. "Kami berharap untuk membuka kembali pintu kami sesegera mungkin. Kami sedang dalam proses menilai kerusakan sehingga kami dapat melanjutkan melayani pelanggan," ujar Nordstrom Inc dikutip dari Reuters.

Apple Inc menyatakan, mereka juga memutuskan untuk menutup sejumlah tokonya di AS. Namun mereka tidak menjelaskan berapa jumlah toko yang ditutup, atau apakah penutupan akan diperpanjang.

Baca juga: Soal Pembukaan Mal, Hippindo Tunggu Koordinasi Pengelola Pusat Belanja dengan Pemda

Seperti dilansir dari Op India, penjarah bukan hanya pria, perempuan pun melakukan penjarahan. Mereka beramai-ramai merangsek masuk, menjarah Victoria Secret, toko pakaian dalam perempuan.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya