"Apa yang dilakukan APL ini bagian dari inisiatif bagus industri terdampak saat pandemi ini kita kehilangan trafik penumpang siginfikan tentu butuh invasi dan terobosan baru," jelasnya.
Baca juga: AP II Tetapkan Belanja Modal Tahun Ini Rp1,4 Triliun
Menurut Faik, bisnis kargo di tanah air menyimpan potensi yang sangat besar. Mengutip data Mondor Intelligence Reports 2019, bisnis air freight di Indonesia diproyeksikan mencapai peningkatan sebesar 110% sejak 2018-2024 dari USD9,21 miliar menjadi USD19,3 miliar .
Dari angka tersebut, total volume pasar air freight diprediksi untuk terus bertumbuh sebesar 26% hingga 2023 dan pengiriman rute domestik mencapai 52% dari total pasar air freight.
"Tentu saja kita berharap langkah awal ini bisa sukses dan berkembang ke depannya ,membawa bisnis kargo lebih baik lagi," jelasnya.