Belum lagi konteks sosial, Gus Menteri memaparkan, sebelum terjadinya pandemi, ia melihat masyarakat masih banyak yang belum tertib saat antre. Seperti naik kereta yang berebut, naik angkot yang berdesakan, semua tidak menerapkan budaya antre. Namun dengan adanya tatanan kehidupan baru atau new normal ini, akan membawa perubahan positif terhadap seluruh lapisan masyarakat.
"Dulu kalau kita lihat orang-orang seringkali tidak menerapkan budaya antre saat ingin naik kendaraan umum. Dengan adanya tatanan new normal ini, diharapkan masyarakat dapat terbiasa melaksanakan budaya antre karena sudah terbiasa menerapkan physical distancing," ujar Gus Menteri.
Ia berharap, new normal dapat menjadi sebuah gaya hidup baru. Dimana masyarakat sudah terbiasa antre, menjaga kebersihan, serta menjaga kesehatan.
"Saya berharap kondisi new normal ini dapat membawa perubahan sehingga masyarakat bisa punya lifestyle baru. sudah terbiasa antre, sudah biasa menjaga kesehatan, sudah terbiasa menjaga kebersihan. Kita maksimalkan dan terapkan di seluruh desa," pungkasnya.
(Fakhri Rezy)