JAKARTA – Petani Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri. Saat ini petani masih memproduksi untuk kebutuhan konsumsi saja.
Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, harus ada solusi dari masalah tersebut. Dengan begitu, petani Indonesia bisa memiliki nilai tambah.
Dia menjelaskan, salah satu yang menjadi soal karena petani Indonesia menanam tanaman yang beragam. Tidak seperti di luar negeri yang tanamannya seragam ditanam pada suatu wilayah.
Baca juga: Petani di Asia Rambah Pasar Digital untuk Jual Hasil Panen
“Ini yang jadi perhatian kita memang, misalnya singkong saat ini untuk kebutuhan industri kita masih impor kita belum bisa suplai dari petani,” kata dia dalam diskusi online, Kamis (11/6/2020).
Misalnya, lanjut dia, ada pabrik yang ingin menggunakan singkong petani tapi harus dikumpulkan dari beberapa wilayah. Tentu pabrik akan lebih memilih impor langsung dari satu negara yang biayanya lebih murah.
Baca juga: Petani Mawar Alami Kerugian selama Pandemi Covid-19
“Contoh satu lagi juga jagung untuk pakan ternak yang besar masih impor, kita harus sama-sama agar kebutuhan industri di suplai dalam negeri,” ucapnya.
Menurutnya, bila petani hanya produksi untuk konsumsi saja tidak ada nilai tambah. Namun jika petani masuk ke industri untuk bahan olahan akan ada nilai yang lebih besar dan penciptaan lapangan kerja.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)