Dipangkas Erick Thohir, Kini Pertamina Hanya Miliki 6 Direksi dari 11

Giri Hartomo, Jurnalis
Sabtu 13 Juni 2020 09:02 WIB
Erick Thohir Pertahankan Nicke Widyawati (Foto: Okezone/Giri)
Share :

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memangkas separuh jumlah direksi PT Pertamina (Persero). Dari sebelumnya 11 direksi, kini tinggal enam direksi.

Nicke Widyawati tetap menjadi Direktur Utama Pertamina meski Erick Thohir sudah mempunyai calon baru bos Pertamina.

Perombakan direksi Pertamina ini sesuai dengan roadmap transformasi BUMN yang telah disusun sejak tahun 2016 yang menjadi acuan untuk terciptanya kemandirian, kesejahteraan, keberlanjutan, pemerataan dan kesetaraan BUMN.

Baca Juga: Tantangan Erick Thohir ke Nicke: IPO 2 Anak Usaha Pertamina 

Kelanjutan proses tersebut dilakukan melalui perubahan organisasi sekaligus susunan Direksi Pertamina sesuai Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan (RUPS) PT Pertamina (Persero). Hal tersebut tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri BUMN nomor SK-198/MBU/06/2020, tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina, tertanggal 12 Juni 2020.

Melansir keterangan resmi Pertamina, Jakarta, Sabtu (13/6/2020), dalam Surat Keputusan tersebut, pemegang saham menetapkan perubahan struktur organisasi Direksi yang semula 11 orang menjadi 6 orang dan beberapa di antaranya juga mengalami perubahan nomenklatur. Adapun struktur baru Direksi Pertamina terdiri atas :

1. Direktur Utama: Nicke Widyawati

2. Direktur Sumber Daya Manusia: Koeshartanto

3. Direktur Keuangan: Emma Sri Martini

4. Direktur Penunjang Bisnis: M. Haryo Yunianto

5. Direktur Logistik & Infrastruktur: Mulyono

6. Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha: Iman Rachman

Sedangkan direktorat operasional yang sebelumnya ada di Pertamina akan masuk ke dalam beberapa subholding yang telah dibentuk, yaitu subholding Upstream, subholding Refinery & Petrochemical, subholding Commercial & Trading, subholding Power & New and Renewable Energi serta Shipping Company.

Baca Juga: Bongkar Pasang Bos BUMN ala Erick Thohir, Nicke Tetap Idola Jadi Dirut Pertamina 

Semua subholding tersebut akan menjalankan bisnis bersama dengan subholding Gas yang sebelumnya telah terbentuk di bawah Pertamina melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk sejak tahun 2018.

Dengan demikian, secara umum tugas Pertamina sebagai holding akan diarahkan pada pengelolaan portofolio dan sinergi bisnis di seluruh Pertamina Grup, mempercepat pengembangan bisnis baru, serta menjalankan program-program nasional. Sementara subholding akan menjalankan peran untuk mendorong operational excellence melalui pengembangan skala dan sinergi masing-masing bisnis, mempercepat pengembangan bisnis dan kapabilitas bisnis existing serta meningkatkan kemampuan dan fleksibilitas dalam kemitraan dan pendanaan yang lebih menguntungkan perusahaan.

Melalui struktur baru ini, diharapkan Pertamina dapat menjadi lebih agile (lincah), fokus dan cepat dalam pengembangan kapabilitas kelas dunia di bisnisnya masing masing sehingga dapat mengakselerasi pertumbuhan skala bisnis untuk menjadi perusahan global energi terdepan dengan nilai pasar USD100 miliar serta menjadi penggerak pengembangan sosial di tahun 2024.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya