Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Rabu (24/6/2020), uang kayu atau angka yang tercetak di atas keping kayu dan mewakili sebuah nilai moneter. Mulai digunakan pada 1931 ketika bank-bank di sebuah kota di negara bagian Washington kehabisan uang tunai di tengah Depresi Besar.
Baca juga: Berbentuk Uang Kayu, Kota Ini Beri USD300/Bulan ke Warganya
Mata uang itu dibuat dengan ketebalan, ukuran dan fleksibilitas kartu indeks. Dicetak pada alat cetak era 1890-an yang sama yang pernah digunakan untuk mencetak mata uang selama masa Depresi dan surat kabar lokal.
Uang kayu itu tidak dapat digunakan untuk membeli alkohol, tembakau, atau ganja. Tempat-tempat usaha bisa menukarkan uang kayu itu dengan uang dolar yang sebenarnya di Balai Kota – atau menjualnya di tempat lain.